Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Teori-Teori Hubungan dalam Public Relation

TEORI SISTEM

Untuk memikirkan tentang hubungan. Secara umum Teori Sistem sangat berguna dalam Public Relations karena memberikan kita sebuah cara Teori Sistem memandang organisasi sebagai wadah yang tercipta dari bagian yang saling terkait, yang dapat beradaptasi serta menyesuaikan diri terhadap perubahan dalam bidang politik, ekonomi, dan lingkungan sosial dimana organisasi itu beroperasi. Organisasi biasanya memiliki batas yang jelas, dimana didalamnya harus ada struktur komunikasi yang mengarahkan setiap bagian organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Pemimpin organisasi bertugas menciptakan dan memelihara struktur internal ini.

Grunig, Gurnig, dan Dozier menyatakan bahwa perspektif sistem menekankan adanya saling ketergantungan organisasi dengan lingkungan mereka, baik lingkungan ineternal maupun eksternal. Menurut perspektif sistem, organisasi bergantung pada sumberdaya dari lingkungan mereka, seperti “bahan mentah, sumber pekerja, klien, atau konsumen dari layanan yang diberikan., atau produk yang mereka hasilkan.

Organisasi dengan sistem terbuka menggunakan orang-orang PR untuk mencari informasi tentang seberapa produktifkah hubungan mereka dengan klien, nasabah, dan stakeholder lainnya. Sementara organisasi dengan sistem tertutup tidak berusaha mencari informasi baru. Pengambilan keputusan beroperasi dengan mendasarkan pada apa yang terjadi pada masa lalu atau berdasarkan keinginan pribadi saja.

Memonitor hubungan merupakan satu kerja utama dari orang-orang PR. Dari kaca mata teori sistem, kita menyebut PR sebagai boundary spanners, orang yang berdiri di pinggir sebuah organisasi– sehingga bisa melihat kedalam dan keluar organisasi. Praktisi PR adalah orang yang berada diantara banyak Pihak, satu sisi dia menjelaskan tentang organisasi kepada stakeholder mereka dan pada sisi lain dia bekerja menafsirkan keadaan lingkungan sekitar kepada organisasi mereka. Orang-orang PR menyarankan koalisi dominan, antara pengambil keputusan dalam organisasi, terkait masalah dan peluang yang ada di lingkungan organisasi serta membantu para pembuat keputusan tersebut merespon perubahan ini.




TEORI SITUASIONAL

Grunigg & Repper (Lattimore, 2010:53) setuju menggunakan konsep stakeholder sebagai cara untuk menjelaskan hubungan (Relationship). Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa tidak semua orang dalam kelompok stakeholder yang senang berkomunikasi dengan organisasi. Mereka berpendapat pekerja PR akan lebih mampu mengelola komunikasi secara efektif dengan cara mengidentifikasi publik spesifik dalam kelompok stakeholder tersebut. Publik disini adalah subkelompok yang kurang lebih aktif dalam kelompok stakeholder tersebut.

Grunigg dan Hunt (Lattimore, 2010:54) berteori bahwa publik meliputi mereka yang secara aktif mencari dan memproses informasi tentang organisasi atau isu yang menarik bagi mereka, sampai pada mereka yang merupakan penerima pasif.
Ada 3 variabel yang mempengaruhi publik dalam menerima dan memproses informasi dari sebuah isu yaitu:
  • Pengenalan masalah: publik yang berhadapan dengan sebuah isu, pertama kali harus menyadari dan mengenali potensi dampaknya terhadap mereka.
  • Pengenalan Kendala: variabel ini menjelaskan bagaimana publik mempresepsi kendala yang mungkin akan mereka alami saat mencari solusi terhadap sebuah masalah. Jika mereka memiliki kemampuan dalam mempengaruhi sebuah isu, maka mereka akan mencari dan memproses isu tersebut.
  • Tingkat keterlibatan: variabel ini mengacu kepada seberapa jauh jumlah individu peduli terhadap sebuah isu. Jika mereka sangat peduli maka mereka akan merespon isu tersebut. Demikian sebaliknya.
Kuncinya adalah publik itu bersifat situasional. Maksudnya, ketika situasi, problem, peluang atau isu berubah, publik pun ikut berubah. 

Teori situasional juga membantu menjelaskan mengapa seorang bisa aktif kepada isu-isu tertentu, dan yang lain aktif dalam banyak isu, sementara yang lain bersikap apatis. Hubungan spesifiknya adalah (aktif dan pasif) dan bagaimana suatu organisasi terhubung dengan isu tersebut. PR akan dapat merencanakan strategi komunikasi mereka apabila mereka dapat membaca stakeholder.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar