Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Teori-Teori Persuasi dan Pengaruh Sosial dalam Public Relation



TEORI PERTUKARAN SOSIAL

Teori ini menyatakan bahwa Teori Pertukaran Sosial menggunakan metafor ekonomi tentang biaya dan keuntungan (cost and benefit) untuk memprediksi perilaku. Teori ini berasumsi bahwa seseorang atau kelompok akan memilih strategi berdasarkan hitungan-hitungan biaya dan keuntungan yang diperoleh. Teori yang dikembangkan oleh John Thibut dan Harold Kelley ini berlaku untuk banyak bidang kajian, termasuk komunikasi interpersonal, public relations, dan teori organisasi. 

Teori Pertukaran Sosiaal menugaskan bahwa orang menjadi faktor penting dalam konsekuensi perilaku mereka sebelum mereka berbuat sesuatu. Secara umum, orang ingin menekan biaya mereka dan mendapat keuntungan yang lebih. Skema cepat kaya telah menggunakan prinsip ini sejak lama.

Akan tetapi apa hubungannya dengan PR? Anggap bahwa kita ingin orang merespon survei kita. Ingat, kita tentu ingin agar biaya survei terhadap responden potensial itu rendah dan memperoleh keuntungan yang maksimal. Apa yang harus kita lakukan untuk menekan biaya survei ini?
  • Sederhanakan perintah survei
  • Buatlah survei yang pendek
  • Jika diperlukan surat-menyurat, sediakan amplop yang sudah dibayar sebelumnya.
  • Jika pengembalian survei melalui faks gunakan nomer sandi.
  • Hindari pertanyaan terbuka, rumit, dan pribadi.
 Sekarang, bagaimana meningkatkan keuntungan bagi responden?
  • Buatlah survei yang menarik.
  • Tekankan bahwa orang tersebuat adalah orang yang dimintai pendapatnya, ingatkan bahwa ide-ide mereka sangat penting.
  • Sampaikan kepada para responden bagaimana hasil survei untuk digunakan bagi sesuatu yang bermanfaat.
  • Ciptakan kesempatan untuk memperoleh reward



TEORI DIFUSI 

Teori Difusi adalah cara lain dalam melihat bagaimana orang memperoses dan menerima informasi. Teori ini mengatakan bahwa seseorang akan mengadopsi sebuah ide hanya setelah melewati lima langkah terpisah sebagai berikut:
  1. Kesadaran, Individu yang bersangkutan telah terekspos dengan ide tersebut.
  2. Minat, ide harus membangkitkan minat individu yang bersangkutan.
  3. Evaluasi, Individu harus mempertimbangkan bahwa ide berpotensi memiliki kegunaan.
  4. Percobaan, Individu mengujicobakan ide tersebut kepada orang lain
  5. Adopsi, tahap ini mempresentasikan penerimaan akhir dari ide tersebut setelah sukses dengan empat langkah sebelumnya. \
Teori ini berguna dalam menjelaskan bagaimana kita sampai pada keputusan aksi berdasarkan gerak hati semata. Pengujian pada model teori ini adalah media massa diberlakukan dua langkah pertama. Sedangkan dua langkah berikutnya diperlukan kontak pribadi.




TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL 

Teori Pembelajaran berusaha menjelaskan dan memprediksi perilaku dengan cara melihat cara lain yang dilakukan individu dalam memproses informasi. Teori ini membantu kita memahami bahwa contoh dari personal tertentu atau media massa dapat menjadi penting dalam usaha memperoleh prilaku yang baru.

Albert Bandura, mengatakan bahwa kita dapat mempelajari sebuah perilaku hanya dengan mengamati perilaku orang lain. Ketika kita melihat sebuah prilaku yang menarik hati kita, kita akan memperhatikan apakah perilaku tersebut memberi keuntungan kepada pelakunya atau tidak. Keuntungan ini dapat berupa keuntungan eksternal, seperti mendapatkan pujian, atau internal, seperti “kelihatan keren”. Bandura berpendapat bahwa kita mengujicobakan perilaku tersebut dipikiran kita. Jika kita setuju bahwa perilaku tersebut berpotensi memberikan kita keuntungan, maka pemikiran ini akan bersemayam dalam masa cukup lama didalam pikiran kita sampai kita membutuhkannya.

Kemungkinan akan munculnya sebuah perilaku tertentu lebih ditentukan oleh konsekuensi yang diharapkan dengan melakoni perilaku tersebut. Semakin positif dan semakin positif dan semakin banyak keuntungan yang bisa diperoleh, akan semakin mungkin perilaku tersebut muncul. 

Dengan mengetahui hal ini, orang-orang PR bisa melakukan antisipasi bahwa karyawan yang belum berpengalaman akan mencontoh perilaku dari karyawan yang sudah berpengalaman, terutama jika perilaku itu membawa keuntungan. Jika perusahaan mengenali prestasi dan memberi keuntungan kepada karyawan yang melakukan kerja terbaik dalam melayani dan memuaskan konsumeen, anda dapat memperkirakan bahwa mereka yang juga ingin maju dan sukses akan mencontoh prilaku ini

“Anda akan berprilaku sesuai dengan apa yang menguntungkan Anda”

Dan Teori Pembelajaran Sosial menjelaskan salah satu rute tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar