Pada hakikatnya Sistem Komunikasi
adalah sistem sosial karena komunikasi tidak hanya terjadi dalam sistem sosial,
tetapi juga menentukan sifat dan eksistensi sistem sosial itu. Titik temu
antara sistem komunikasi dengan sistem sosial terletak pada fungsi komunikasi
sebagai perekat hidup bersama.
Selain berarti cara atau metode, sistem
juga bermakna pola, rencana, sekema, prosedur, susunan yang teratur, teori atau
asas serta penerapan ideology, wawasan, atau perspektif. sistem juga diartikan
sebagai seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga
membentuk suatu totalitas. Kemudian berkembang teori sistem yang disebut juga sistem
umum (general system theory).
Setiap sistem memiliki batas
tertentu, struktur, fungsi, dan evolusi, serta bersifat terbuka, kurang terbuka
atau tertutup. Sistem fisik relatif tertutup sehingga dapat dibuat prediksi yang
tepat. Sebaliknya sistem sosial relatif terbuka, sehingga sukar dibuat prediksi
yang pasti. Selain itu sistem memiliki peringkat, yaitu suprasistem, sistem dan
subsistem yang saling terkait dalam membentuk totalitas.
Sistem komunikasi dan sistem sosial
itu adalah satu dan tidak dapat dipisahkan, terutama yang berbentuk antarpesona.
Selain sistem komunikasi atarpesona, terdapat juga sistem komunikasi publik yang
menggunakan media publik (media massa dan media sosial), yang kesemuanya
menempatkan informasi sebagai titik sentral kajiannya dengan fungsi utama
sebagai perekat hidup bersama atau sebagai integrator sosial. Informasi adalah
pesan dan perilaku. Sedang komunikasi adalah interaksi manusia melalui
informasi (pesan dan perilaku) dengan segala aspeknya (Anwar Arifin, 1994).
Sistem Komunikasi Antarpesona yang
unit analisisnya adalah informasi menempatkan sistem sosial sebagai suprasistemnya
dan individu sebagai subsistem dari sistem komunikasi antarpesona (antar
individu). Sedangkan sistem komunikasi publik yang unit analisisnya adalah
informasi publik melalui media publik (media massa dan media sosial) dan public speaking, yang menempatkan sistem
sosial sebagai suprasistemnya dan individu yang terlembagakan atau atas nama
lembaga sebagai subsistemnya. Dengan demikian sistem komunikasi publik merupakan
tatanan interaksi manusia melalui informasi yang terbuka kepada publik yang
mencangkup kebebasan dan tanggungjawab.
Pandangan hidup dan filsafat dasar
atau ideologi suatu Negara-bangsa sangat terkait dengan sistem komunikasi,
terutama sistem media massa yang mencangkup kebebasan informasi publik dan
tanggung jawab sosial serta tanggung jawab nasional.
Sistem komunikasi yang mencangkup sistem
pers berkaitan erat dengan ideologi, pandangan hidup atau filsafat politik
suatu Negara bangsa. Setiap Negara memiliki sistem komunikasi termasuk sistem pers
yang khas, sesuai dengan ideologi masing-masing, yang merupakan jati dirinya. Hal
itu merupakan konsekuensi logis dari adanya kebebasan berfikir yang dimiliki
oleh manusia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Secara garis besar terdapat dua ideologi
dasar yang berada pada kutub yang berbeda di dunia ini, yang saling
bertentangan dan berkompetisi, yaitu ideologi otoritarian (otoritarianisme) dan
ideologi libertarian (liberalism) yang masing-masing memiliki banyak varian. Hal
itu membentuk sistem komunikasi seperti Sistem Pers Otoritarian dan Sistem Pers
Libertarian yang juga memiliki beberapa varian seperti Sistem Pers Komunis Soviet.
Dari sistem pers tersebut lahir modifikasi
seperti Sistem Pers Tanggung Jawab Sosial dan Sistem Media Demokratik
Partisipan yang bersumber dari Sistem Pers Libertarian. Sedangkan Sistem Pers
Alternatif yang berkembang di Negara yang sedang membangun ialah Sistem Pers
Pembangunan dan di Indonesia berkembang Sistem Pers Pancasila. Dengan demikian
minimal terdapat tujuh system pers yang dikembangkan menjadi teori pers atau
teori media.






0 komentar:
Posting Komentar