Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Sistem Komunikasi Indonesia II


Pada hakikatnya Sistem Komunikasi adalah sistem sosial karena komunikasi tidak hanya terjadi dalam sistem sosial, tetapi juga menentukan sifat dan eksistensi sistem sosial itu. Titik temu antara sistem komunikasi dengan sistem sosial terletak pada fungsi komunikasi sebagai perekat hidup bersama.
Selain berarti cara atau metode, sistem juga bermakna pola, rencana, sekema, prosedur, susunan yang teratur, teori atau asas serta penerapan ideology, wawasan, atau perspektif. sistem juga diartikan sebagai seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Kemudian berkembang teori sistem yang disebut juga sistem umum (general system theory).
Setiap sistem memiliki batas tertentu, struktur, fungsi, dan evolusi, serta bersifat terbuka, kurang terbuka atau tertutup. Sistem fisik relatif tertutup sehingga dapat dibuat prediksi yang tepat. Sebaliknya sistem sosial relatif terbuka, sehingga sukar dibuat prediksi yang pasti. Selain itu sistem memiliki peringkat, yaitu suprasistem, sistem dan subsistem yang saling terkait dalam membentuk totalitas.
Sistem komunikasi dan sistem sosial itu adalah satu dan tidak dapat dipisahkan, terutama yang berbentuk antarpesona. Selain sistem komunikasi atarpesona, terdapat juga sistem komunikasi publik yang menggunakan media publik (media massa dan media sosial), yang kesemuanya menempatkan informasi sebagai titik sentral kajiannya dengan fungsi utama sebagai perekat hidup bersama atau sebagai integrator sosial. Informasi adalah pesan dan perilaku. Sedang komunikasi adalah interaksi manusia melalui informasi (pesan dan perilaku) dengan segala aspeknya (Anwar Arifin, 1994).
Sistem Komunikasi Antarpesona yang unit analisisnya adalah informasi menempatkan sistem sosial sebagai suprasistemnya dan individu sebagai subsistem dari sistem komunikasi antarpesona (antar individu). Sedangkan sistem komunikasi publik yang unit analisisnya adalah informasi publik melalui media publik (media massa dan media sosial) dan public speaking, yang menempatkan sistem sosial sebagai suprasistemnya dan individu yang terlembagakan atau atas nama lembaga sebagai subsistemnya. Dengan demikian sistem komunikasi publik merupakan tatanan interaksi manusia melalui informasi yang terbuka kepada publik yang mencangkup kebebasan dan tanggungjawab.
Pandangan hidup dan filsafat dasar atau ideologi suatu Negara-bangsa sangat terkait dengan sistem komunikasi, terutama sistem media massa yang mencangkup kebebasan informasi publik dan tanggung jawab sosial serta tanggung jawab nasional.
Sistem komunikasi yang mencangkup sistem pers berkaitan erat dengan ideologi, pandangan hidup atau filsafat politik suatu Negara bangsa. Setiap Negara memiliki sistem komunikasi termasuk sistem pers yang khas, sesuai dengan ideologi masing-masing, yang merupakan jati dirinya. Hal itu merupakan konsekuensi logis dari adanya kebebasan berfikir yang dimiliki oleh manusia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Secara garis besar terdapat dua ideologi dasar yang berada pada kutub yang berbeda di dunia ini, yang saling bertentangan dan berkompetisi, yaitu ideologi otoritarian (otoritarianisme) dan ideologi libertarian (liberalism) yang masing-masing memiliki banyak varian. Hal itu membentuk sistem komunikasi seperti Sistem Pers Otoritarian dan Sistem Pers Libertarian yang juga memiliki beberapa varian seperti Sistem Pers Komunis Soviet. 
Dari sistem pers tersebut lahir modifikasi seperti Sistem Pers Tanggung Jawab Sosial dan Sistem Media Demokratik Partisipan yang bersumber dari Sistem Pers Libertarian. Sedangkan Sistem Pers Alternatif yang berkembang di Negara yang sedang membangun ialah Sistem Pers Pembangunan dan di Indonesia berkembang Sistem Pers Pancasila. Dengan demikian minimal terdapat tujuh system pers yang dikembangkan menjadi teori pers atau teori media.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar