Perkembangan Public Relations (PR)
bagi sebagai ilmu maupun profesi tidak bisa terlepas dari perkembangan
teknologi komunikasi. Pengaruh teknologi komunikasi terhadap PR dapat berbentuk
sebagai alat/ media ataupun bentuk baru dari kegiatan PR, yang memunculkan
istilah cyber PR, Net PR dan nama
lain bentuk kegiatan atau bidang kajian PR dalam dunia cyber (dunia maya).
Memasuki era informasi, peranan
teknologi komunikasi perlu diadopsi oleh insan PR, baik sebagai pengguna maupun
membuat content teknologi tersebut.
Era informasi ini, seperti yang dikatakan Alvin Toffler (1980), merupakan
gelombang ketiga yang sangat penting dalam sejarah umat manusa. Era sebelumnya
adalah gelombang kedua, ditandai dengan perkembangan industri, yakni tenaga
hewan dan manusia diganti dengan mesin. Sedangkan gelombang pertama adalah
pertanian (Nasution, 1989).
Internet merupakan jaringan longgar
dari ribuan jaringan komputer yang menjangkau jutaan orang diseluruh dunia.
Misi awalnya adalah menyediakan sarana bagi para peneliti untuk mengakses data
dari sejumlah komputer. Namun, sekarang internet telah berkembang sebagai ajang
komunikasi yang sangat cepat dan efektif, sehingga telah menyimpang jauh dari
misi awalnya. Dewasa ini, internet telah menjadi sedemikian besar dan berdaya sebagai
alat informasi dan komunikasi yang tidak dapat kita abaikan (LaQuey, 1997:1).
Saat ini banyak praktisi PR yang
menggunakan internet sebagai bagian dari komunikasi organisasi didalam
instansinya. Holtz (1999), berbicara atas nama perusahaan telah mempertimbangkan
penggunaan internet sebagai salah satu strategi komunikasi PR. Mereka tidak
punya pilihan lain dan menjadikan internet menjadi bagian dari budaya
perusahaan. Melalui internet ini pula setiap individu bisa menjadi penerbit,
konsumen atau melakukan kampanye untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Khusus
dalam bidang membuka perspektif baru.
Beberapa diantaranya yang bisa
dilakukan praktik PR melalui penggunaan internet:
- PR harus menyadari bahwa khalayak/publik dapat mengakses semua Perss Release atau News Release yang dikirimkan melalui internet atau server, dengan menggunakan kata-kata yang mudah dicarai dan dipahami khalayak.
- Publik dapat mengakses Perss Release dalam Home Page yang ada di World Wide Web (bila perusahaan itu telah memiliki Home Page).
- PR dapat membuat Mailing list dari publiknya. Mailing list adalah perangkat elektronik yang dapat menyebarkan Press Release kepada publiknya melalui kotak e-mail.
Kendati PR melakukan penggunaan
internet, tidak berarti harus menyepelekan media lainnya. Media selain internet
tetap menjadi bagian terpenting dalam melakukan penyebaran berita atau
informasi PR. Keuntungan PR dalam menggunakan internet:
- Informasi cepat sampai pada publik.
- Bagi PR, internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi.
- Siapapun dapat mengakses internet.
- Tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
- Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.
Shel Holtz (1999) dalam bukunya Public Relations on the Net menyebutkan
pendekatan strategi PR diantaranya:
- Pertemuan antar pihak manajemen (yang telah di-breafing oleh PR) dengan perwakilan dari kantor pajak.
- Mengadakan open haouse untuk menginformasikan program-program perusahaan yang telah mempekerjakan karyawan lokal (komunitas terdekat) yang memiliki keahlian memadai.
- Mengirim Press Release tentang investasi perusahaan sebagai informasi komunitas (lokal) dan dampaknya terhadap sosial ekonomi mereka.
- Membuat website (situs web) perusahaan membentuk citra positif di mata publiknya.
- Berpartisipasi dalam kelompok diskusi tertentu dan membicarakan tentang perkembangan dan situasi negara.
Keberhasilan program PR bergantung
pada siapa publiknya. Bagaimana strategi yang digunakan, dapat tidaknya
mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam membina hubungan baik dan dialog yang
sehat agar perusahaan dan publiknya semakin dekat.
Kegiatan media relations (Hubungan
Pers). Walaupun organisasi memiliki berbagai macam publik, pers/media yang
digunakan PR tetap sama. Selain sebagai kelompok terpenting untuk
berkomunikasi, pers juga termasuk publik PR yang paling mudah mengakses
internet. Keberhasilan melakukan komunikasi melalui internet bermula dari
peletakan pengguna media sebagai publik yang memiliki dedikasi tinggi dan
memiliki strategi khusus yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam hubungan pers ini,
idealnya reporter dibantu dalam melakukan tugasnya, yang searah dengan tujuan
PR, yang membina hubungan harmonis antara perusahaan dengan publiknya (Holtz,
1999).
Akan sangat menguntungkan bila
internet digunakan sebagai suatu fasilitas dalam melakukan pendekatan dalam
hubungan pers. Sehingga PR lebih profesional dan mempermudah pekerjaan pers.
Upaya pengukuran untuk dapat
mengetahui efektif tidaknya online dalam hubungan pers adalah dengan menjawab
sejumlah pertanyaan berikut ini:
- Berapa banyak wartawan yang memberikan alamat emailnya untuk mendapatkan Pers Release dan informasi lainnya?
- Berapa banyak wartawan yang berlangganan e-mail anda?
- Ada berapa wartawan yang terdaftar dan pernah menggunakan hubungan lewat web-site dan mengunjungi situs anda? Kemana arah mereka? Berapa banyak informasi yang mereka muat?
- Seberapa lengkap bahan informasi dari website PR yang ditulis oleh wartawan yang bersangkutan?
- Apakah wartawan berusaha mencari klarifikasi informasi pada PR mengenai perusahaan yang diberitakan orang lain?
- Berapa jumlah wartawan yang ikut berpartisipasi dalam konferensi pers yang diadakan PR?






0 komentar:
Posting Komentar